Perubahan kadar hormon membawa banyak perubahan fisik pada
wanita yang dialami pada saat pubertas dimana salah satunya ditandai dengan
mulai aktifnya reproduksi, yaitu menstruasi. Kehamilan adalah tahap berikutnya
dari siklus kehidupan reproduksi wanita. Perubahan siklus seperti pendarahan,
penebalan endometrium, ovulasi, dan pembuahan sperma dan sel telur memungkinkan
seorang wanita untuk hamil.
Tubuh wanita mengalami berbagai perubahan ketika
dia hamil. Selanjutnya wanita akan
mengalami banyak perubahan pasca persalinan. Misalnya, panjang siklus
menstruasi dan aliran dapat bervariasi jika dibandingkan dengan gejala yang
menyertai periode sebelum kehamilan. Perbedaan siklus pasca melahirkan
terkadang membuat sebagian dari anda cemas, meskipun perubahan siklus ini
sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Pada periode pertama
melahirkan anda mungkin mengalami PMS yang disertai dengan muntah dan sedikit
pusing. Adanya Lokhia yaitu pendarahan
paska persalinan yang terdiri dari darah, lendir dan jaringan sloughed off yang sejajar dengan rahim selama kehamilan. Selama tiga sampai lima hari mengandung banyak
darah. Ini mungkin terlihat agak mirip
dengan darah pada saat anda menstruais akan tetapi cenderung lebih
banyak dan juga berbentuk gumpalan. Meskipun lokhia akan habis selama beberapa
minggu, dengan perubahan pada warna dan
konsistensi. Setelah 4-5 minggu paska persalinan akan menjadi
rendah dan berhenti.
Periode menstruasi
pasca kehamilan dan melahirkan
Setelah anda melahirkan anda akan mengalami siklus
menstruasi yang tidak menentu, hal ini
dialami hamper semua wanita paska melahirkan. Wanita yang telah melahirkan akan mengalami menstruasi sedini mungkin sepuluh
minggu setelah melahirkan akan tetapi ada kalanya kembalinya periode mungkin
akan tertunda 5 sampai 6 bulan atau
bahkan satu tahun.
Bahkan kemungkinan
anda memiliki siklus yang tidak teratur selama beberapa bulan. Anda sering bertanya-tanya apakah pola menstruasi
setelah kehamilan akan sama seperti sebelum kehamilan. Hal ini tergantung pada
faktor-faktor tertentu. Bisa saja di tentukan oleh respon tubuh yang dipengaruhi
oleh hormon, perubahan pola yang
mengakibatkan perubahan siklus menjadi lebih lama (panjang). Periode setelah
kehamilan bisa didahului oleh PMS seperti munculnya kram juga bisa dialami oleh
beberapa wanita, namun ini biasanya akan pulih secara sendirinya tanpa bantuan
obat-obatan.
Menyusui merupakan faktor utama yang mungkin memainkan peran
dalam menentukan periode haid anda. Karena tubuh Anda cukup baru untuk fenomena
menyusui, ia mencoba untuk menyesuaikan diri dengan adanya perubahan pada
menstruasi Anda.
Meskipun ini tidak
berlaku pada semua wanita. Hal ini karena ketika Anda sedang menyusui
dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis
mengeluarkan hormon yang disebut dengan prolaktin. Sementara prolaktin
merangsang produksi susu, itu menekan ovulasi. Prolaktin juga merupakan
penyebab di balik menstruasi yang tidak teratur setelah kehamilan.
Meskipun tubuh mulai berfungsi normal dalam beberapa bulan
setelah melahirkan, mungkin diperlukan beberapa waktu untuk kembali pada
periode menstruasi yang semula tapi dengan adanya perubahan gaya hidup tertentu yang
berhubungan dapat membantu mengatur secara periode Anda. Mengikuti diet
seimbang yang mengandung semua nutrisi penting dan mineral, dan melakukan
latihan ringan, mengkonsumsi banyak air, mengkonsumis jus buah dan sayur dan istirahat dan tidur yang cukup.
Hindari
merokok dan konsumsi alkohol. Jangan mengambil stres atau khawatir tentang
periode menstruasi anda akan tetapi jika anda mengalami perdarahan berat atau
gangguan lainnya anda bisa membicarakan langsung dengan dokter anda.
SEMOGA BERMANFAAT!

















